Refledksi KHD Modul 1.1
Dilihat dari relevansinya antara pendidikan Nasional dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Antara lain adalah Keimanan dan ketaqwaan, Pembentukan karakter atau akhlak, dan pembentukan jiwa mandiri atau merdeka, selain itu juga Ki Hajar Dewantara memberikan pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut KHD, Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.
Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu pahlawan pergerakan nasional, saya mengenalnya sebagai bapak pendidikan Indonesia yang telah banyak menginspirasi dunia pendidikan. Bahkan tanggal lahirnya diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Saya sebagai seorang pendidik merasa bangga mempunyai beliau karena banyak Pemikirannya yang tertuang dalam Trilogi Pendidikan yaitu, Ing Ngarsa Sung Tuladha (didepan memberikan tauladan), Ing Madya Mangun Karsa (ditengah memberikan motivasi), dan Tut Wuri Handayani(dibelakang memberikan dorongan) yang merupakan relevansi yang harus dimiliki oleh setiap pendidik untuk mendukung kegiatan pembelajaran, tentunya disesuaikan dengan perkembangan budaya yang ada di sekitar serta dengan perkembangan zaman dan teknologi abad 21. Pendidikan merupakan ujung tombak adanya perubahan, profesi lain tercipta karena adanya Pendidikan. Bahkan suatu Negara akan maju jika kualitas Pendidikan maju begitu pula sebaliknya.
Pendidikan yang didasarkan pada pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini menurut saya sangat relevan dalam dunia pendidikan. Beliau mengibaratkan seorang pendidik itu sebagai seorang petani atau pekebun dan peserta didik sebagai bibit atau biji tanaman yang akan ditanam oleh petani, dirawat dan dipelihara sepenuh hati dan dihindari dari berbagai macam hama yang dapat merusak tanaman tersebut, agar mendapatkan hasil yang maksimal. Begitupun Pendidikan seyogyanya dapat mencetak generasi penerus bangsa dengan kualitas yang terbaik.
Pada saat ini dengan adanya globalisasi yang berpengaruh pada perkembangan zaman yang semakin pesat dan kemajuan tekhnologi, merupakan PR bagi dunia pendidikan yang berperan sangat penting dalam menunjang kehidupan. Seperti halnya seorang petani atau pekebun yang akan menuai benih-benih tanaman, dibutuhkan kemampuan untuk menanamnya agar benih tersebut tumbuh dengan subur. Meskipun benih yang didapat kurang baik jika ditangani dan ditanam serta dirawat sepenuh hati dengan baik dan ikhlas maka benih tersebut akan tetap tumbuh menjadi tanaman yang berkualitas.
Dalam kegiatan pembelajaran yang saya lakukan selama ini saya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Dengan pemikiran Kihajar Dewantara saya memiliki kemerdekaan dalam pembelajaran dengan mencoba menjalankan “Trilogi Pendidikan” Bersikap dan berakhlak yang baik di depan peserta didik, karena sebagai contoh atau tauladan bagi mereka (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik serta mendukung setiap kelebihan yang dimiliki peserta didik(Tut Wuri Handayani). Selain itu selalu memberikan motivasi yang positif bagi para peserta didik untuk meningkatkan minat, bakat serta kemampuan yang dimilikinya masing-masing (Ing Madya Mangun Karsa). Untuk menunjang hal tersebut, saya juga belajar lagi dengan melanjutkan Pendidikan ke jenjang S2 pendidikan dasar dan menggali informasi dari media sosial baik mengenai ilmu pengetahuan maupun mengenai karakteristik peserta didik pada saat ini. Saya juga mengikuti kegiatan-kegiatan webinar guna meningkatkan kemampuan saya sebagai guru. Saya selalu belajar dengan membeli buku-buku yang berkaitan dengan cara agar menjadi guru yang disenangi dan dirindukan oleh peserta didik dan berusaha untuk menjadi guru yang selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman baik dalam kelas maupun di luar kelas.serta buku-buku penunjang pembelajaran untuk mendukung pembelajaran di kelas.Sebagai seorang pendidik saya memiliki harapan-harapan agar saya selalu termotivasi untuk belajar dan menjadi guru yang menjadi tauladan serta guru yang dapat membuat peserta didik Bahagia, karena dengan Bahagia peserta didik akan mudah menyerap ilmu pelajaran yang diberikan. Begitu juga dengan kegiatan pembelajaran pada modul ini. Setelah mempelajari modul ini tentunya saya berharap semakin meningkatnya kemampuan atau kualitas saya sebagai seorang pendidik, meningkatnya kemampuan dalam mengelola pembelajaran agar lebih menyenangkan, kreatif, inovatif dan semakin professional terhadap tugas yang saya laksanakan dengan sepenuh hati.
Begitu juga dengan para peserta didik yang saya ajarkan. Saya menginginkan mereka lebih semangat dan giat lagi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran baik dikelas maupun diluar kelas. Mereka mampu mengekplorasi dan mengetahui kelebihan atau potensi yang mereka miliki sehingga mampu menggali potensi itu dengan maksimal. Tidak ada lagi yang merasa terbelakang atau kalah saing secara akademik. Mereka belajar bersama dan mengakui kelebihan masing- masing yang mereka miliki. Dengan demikian suasana belajar akan semakin menyenangkan dan saling menghargai satu sama lain.
Pada kegiatan, materi, manfaat, dan harapan dalam modul 1.1 ini sangat berarti sekali untuk saya. Kegiatan pengenalan filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan sangat menginspirasi bagi saya sebagai seorang pendidik. Harapan saya dalam modul ini semakin meningkatkan kemampuan dan kualitas saya sebagai tenaga pendidik untuk meningkatkan profesional saya dalam menjalankan tugas dengan sepenuh hati.
Komentar
Posting Komentar