Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Modul 2.1

AHMAD ZAKARIA, S. Pd. SD

CGP ANGKATAN 9_KAB. BEKASI


Jawaban pertanyaan Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Modul 2.1


1. Informasi dalam video dan artikel

a. Informasi Video I yang disampaikan oleh Ibu Oscarina Dewi Kusuma, M.Pd

Pada Video I menjelaskan tentang aspek yang harus dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi, yaitu aspek kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa. Selain itu, menjelaskan mengenai tiga strategi pembelajaran berdiferensiasi, yaitu:

1) Diferensiasi konten

Apa itu Konten?

Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid dibedakan atas tanggapan kesiapan, minat dan profil belajar murid. Diferensiasi konten adalah ragam materi yang akan diajarkan kepada siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa.


2) Diferensiasi proses

Ada beberapa cara untuk menentukan diferensiasi proses, di antaranya melaksanakan kegiatan berjenjang, menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan, membuat agenda individu, memvariasikan durasi waktu pengerjaan tugas, mengembangkan kegiatan  pembelajaran berdasarkan profil belajar siswa, dan menggunakan kelompok yang fleksibel sesuai dengan kesiapan, kemampuan, dan minat siswa.


3) Diferensiasi produk.

Diferensiasi produk mengacu pada hasil dari proses belajar siswa, bisa berupa presentasi, hasil tes, diskusi, pertunjukan, video, poster, pidato dan lain-lain.


b. Informasi Video II yang disampaikan oleh Ibu Oscarina Dewi Kusuma, M.Pd

Sedangkan pada Video II menjelaskan tentang lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi, yaitu: 

  • Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan disambut dengan baik 

  • Setiap orang di dalam kelas saling menghargai 

  • Murid akan merasa aman secara psikis dan fisik.

  • Ada harapan bagi pertumbuhan Guru mengajak siswa untuk mencapai kesuksesan.

  • Ada keadilan dalam bentuk nyata

  • Guru dan siswa berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan dan kesuksesan bersama.

  • Guru sangat berperan penting dalam membangun atmosfer kelas yang positif


c. Informasi dalam artikel:

Dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi, proses penilaian memegang peranan yang 

sangat penting. Guru diharapkan memiliki pemahaman yang berkembang secara terus menerus tentang kemajuan akademik murid-muridnya agar ia bisa merencanakan pembelajaran sesuai dengan kemajuan tersebut. Guru diharapkan dapat mengetahui dimana posisi murid-muridnya saat mereka akan belajar dan mengaitkannya dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Ini tentunya akan berbeda-beda untuk setiap murid, untuk setiap mata pelajaran, untuk setiap materi, dan bahkan untuk setiap waktu, karena kondisi psikologis dan kemampuan seorang anak mungkin saja berbeda dari waktu ke waktu. Penilaian, dalam hal ini akan berfungsi seperti sebuah kompas yang mengarahkan dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi. Informasi yang terdapat dalam artikel adalah mengenali kebutuhan belajar siswa, guru dapat diibaratkan sebagai seorang dokter saat mendiagnosis pasiennya. Tindakan yang akan dilakukan dokter, tentunya akan berdasarkan hasil diaganosisnya. Begitu pula dengan guru, sebelum melakukan pembelajaran guru harus mengidentifikasi perbedaan kemampuan dan kebutuhan siswa. Penilaian dalam pembelajaran pun penting.Ada 3 jenis perspektif penilaian, yakni :

  1. Assessment for learning - Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Berfungsi sebagai penilaian formatif. Sering disebut sebagai penilaian yang berkelanjutan (on going assessment)

  2. Assessment of learning - Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran  selesai. Berfungsi sebagai penilaian sumatif

  3. Assessment as learning - Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid  secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Penilaian ini juga dapat berfungsi sebagai penilaian formatif.


Dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi, penilaian formatif memegang peranan yang  sangat penting. Selain dalam bentuk tes tertulis, berikut beberapa contoh penilaian formatif  lainnya.

  1. Tiket keluar

  2. Tiket masuk

  3. Berbagi 30 detik

  4. Nama dalam toples

  5. 3-2-1

  6. Refleksi

  7. Pojok pemahaman

  8. Strategi 5 jari


2. Gagasan baru yang Didapat

Saya mendapatkan gagasan baru tentang pembelajaran berdiferensiasi dengan berdifernsiasi konten, proses, dan produk. Kemudian, saya akan membuat lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi dan melakukan penilaian formatif dengan cara yang kreatif. Guru juga dapat mengidentifikasi kebutuhan murid dengan berbagai cara, Mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar murid, tidak selalu harus melibatkan sebuah kegiatan yang rumit. Guru yang memperhatikan dengan saksama hasil penilaian formatif, perilaku murid, refleksi murid, dan terbiasa mendengarkan dengan baik murid-muridnya biasanya akan lebih mudah mengetahui kebutuhan belajar murid-muridnya. Membuat catatan tentang profil murid juga akan sangat membantu guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan murid-muridnya.


3. Hal yang sulit diimplementasikan

Tentunya akan banyak hal yang sulit untuk diimplementasikan, mungkin saat memulai melakukan pembelajaran berdiferensiasi akan terasa sulit karena harus melakukan asesmen diagnostik awal pada tiap kelas dan memang harus memerlukan persiapan secara matang. Ini dilakukan agar kedepannya dapat membantu murid dalam melakukan pembelajarannya. 

4. Pertanyaan yang masih dimiliki:

  1. Bagaimana cara menentukan tujuan pembelajaran dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi?

  2. Bagaimana cara menyediakan ragam konten, proses dan produk dalam pembelajaran diferensiasi yang minim sarana prasarana?

Komentar

Postingan Populer